Saturday, October 1, 2011

~re-energize~

Life is short,  we are facing death for every second. Who can confirm he surely will live for another 30 years?..No one . All living things will die, and we as muslims, must believe there is another life after we die, it is endless of life!! Endless. Then, what we must do to live happily ever after there?..The only answer is our good deeds. Look how many generations have passed away. Did they take their wealth with them? Did their take their palaces, their excellent results, their high status? Were they buried with their gold and silver? No!! They were placed in their graves alone. Only good deeds can save a person from punishments.

Allah, the Exalted says in Quran (16:97),
“Whoever works righteousness, whether male or female, while he(or she) is a true believer, verily to him We will give a good life(in this world with respect, contentment,and lawful provision) and We shall pay them certainly a reward in proportion to the best what they used to do (Paradise in the Hereafter)”

Widen our scope about good deeds. It is not only about prayer, fasting, pilgrimage and zakat. Islamic teaching is wonderful. Whatever things we do, as long as we do it lillahi taala, and it do not contradict with the syariat, it is considered as ibadah. Subhanallah..very easy right. Smile, eat, study, listen to music, call others to Islam; all of these can be ibadah.

Always ask yourself, what is the thing that make you as a special person in this life?..For me, there is no other concrete reason except I was born as a muslim, and till now, I’m freely to practice Islam in my life. The thing that make you become so special is your religion, so why don’t you make people around you feel the same feeling as yours? Let them feel the beautifulness of Islam, the moderate teaching in it, the calmness to practice it. Share your feeling with others. By what?..the only possible way is by doing dakwah. Amar ma’ruf nahi mungkar is surely a good deed. You teach them about Islam, you call them to do good deeds, you tell them what is prohibited in religion, only then they know about Islam. Everyone have the potential to be a caller to Islam, calling others to the path of Allah with kind words, arguing in a manner that is better, setting yourself as an example. It is the responsibility for every muslim to ask others for Islam. If a muslim itself do not promoting Islam, then who will?..

The ummah does not expect you to excellent in all things, to master in every field, to have quality in all skills, rather, it expects you to offer what the best do you have, if you only have one word, then spread it as the prophet encouraged us. If you don’t have enough money to do charity, or enough time to ease your brother’s burden, you can still offer your wise opinions and enlightened thoughts. The key point is, whatever do you have, give all your best for the sake of Islam. 

For Islam, I’ll sacrifice everything..


………………………………….

The main reason I’m writing about this is just to remind and recharge myself. There is a time when a person feel very lost, unable to do anything, feel tired, want to quit, fell helpless, time management beterabur, don’t know what to do first, fenomena layak x layak, etc . When I am in such this hampeh pessimist negative situation, I’ll start asking and provoking myself a few question to make me realize, why I’m here, in this world.. ‘wani, now you are travelling on a journey from which there will be no return, have you prepared the best for this journey?...how old are you now?how long will you live?don’t you know that for every beginning there is an end and the end will be either Paradise or Hell?..when you are being taken to the grave one day, will it be one of the gardens of Paradise or one of the ditches of Hell?...Allah,forgive me for all those feelings..i only complain on my grief and sorrow to you Allah..

Need someone to hold my hands and say; “everything is going to be fine wani, the path you chose is the true path, jz go on with what you have started..yess, you feel tired now, because you want to rest peacefully in Paradise insyaAllah..Look at life with a spirit of love and optimism, for life is a gift from Allah to man. Be ambitious, keep climbing and always have hope. Beware of falling , and remember of falling, and remember that life is minutes and seconds. Be like the ant in hard work and patience. Always keep trying. The main thing is that you should never feel frustrasted, because rationally speaking there is no such thing as the last word or bitter end, rather there is always trial and error, and learning from your mistakes. Do away with all thoughts of failure and stop thingking of calamities and problems, for Allah says in Quran; ‘..and put your trust in Allah if you are indeed believers’ ,”…

post xdak kaitan dgn gmbr^^

Oh Allah, make me strong. Innama asyku bassi wa huzni ilallah.. Yes, I’m a student, but I don’t want to be an ordinary student, there are sooo many things I have to do. I said to myself once, that I want to build potential within me and I want to be somebody..Now the time is..it is a challenge for myself, insyaAllah I’ll try my best ^_^

Friday, September 16, 2011

~kembara ilmu~

Bismillahirrahmanirrahim.

Allah kurniakan nikmat mata, Allah tidak menjadikan kita buta, maka gunalah sebaiknya. Tika matamu menadah ke langit, jangan hanya putih dan birunya yang dilihat, tapi lihatlah dengan mata hati dan akal, siapakah di sebalik penciptaan langit tanpa tiang yang hebat itu. Tika matamu menyapa panorama gunung-ganang dan bukit-bukau yang menghijau, fikirkan siapakah yang begitu hebat mencipta ciptaan sehebat itu. Tika matamu menilik kejadian dirimu sendiri, bersyukurlah dengan fizikalmu yang sempurna, kembalikan rasa syukur itu pada yang Maha Esa ,fikirkanlah siapa yang menciptakanmu, kenapa diciptakan sebagai manusia, siapakah yang mengatur segala system yang ada dalam tubuh badan manusia..Fikir dan terus berfikir..

Firman Allah dalam surah ali imran, ayat 191;
“(Ulul albab ialah) orang2 yang mengingati Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka banyak berfikir tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata, ‘Wahai Tuhan kami, Kamu tidak menciptakan ini dengan sia2. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari seksa neraka’.

Allah  memuji golongan yang rajin bertafakkur, berfikir ini, dan memberi gelaran ulul albab. Moga-moga kita juga turut tergolong dalam golongan ini. Golongan ini mampu mengagungkan Allah dalam setiap keadaan, sama ada melalui pengamatan dan analisis untuk menyingkap rahsia alam.

Kajian, renungan, pengamatan, pertanyaan, semua ini adalah cara untuk memantapkan dan menguasai ilmu. My lecturer, Dr.Razak from Africa said “assual miftaahul ilm”..

Imam Ibn Kathir berkata dalam kitab Tafsir al-Quran al-Azim, “Sebahagian ulama berpendapat, sesiapa yang mengamati langit yang luas dengan bintang2, bulan dan matahari yang beredar di atas paksinya tanpa henti, kemudian memerhatikan laut yang mengelilingi tanah daratan, kemudian memerhatikan bumi serta gunung ganang yang terpancang di atasnya, kemudian memerhatikan sungai yang mengalir..di samping pelbagai jenis haiwan serta tumbuh-tumbuhan, akan memperoleh bukti tentang kewujudan Tuhan Yang Maha Pencipta lagi Maha Agung dan Maha Bijaksana .”

Intipati daripada pandangan di atas, ilmu dan kajian adalah alat dan wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan makin menjadi kufur dan takabbur.
Golongan yang berjaya ialah mereka yang mementingkan akal. Akal ini dibajai sebaik mungkin dengan ilmu. Tokoh-tokoh ilmuan sains Islam pada zaman silam banyak bertafakur untuk menyingkap rahsia alam, hasilnya, lahirlah teori-teori yang diguna pakai sehingga ke hari ini. Ibn Sina yang dikenali sebagai tokoh perubatan Islam, Jabir bin Haiyan, kuasai bidang kimia, al-Khawarizmi, pakar matematik. Walau dunia barat cuba memanipulasi figure sebenar yang mencipta teori2 ini, tapi hakikat sebenar tetap termaktub di dalam sejarah.

IIlmu yang dikaji, teori yang terhasil, bukan untuk dunia semata2, tapi untuk matlamat yang utama; mengagungkan Allah serta agama Islam. Ilmu yang dipelajari mampu meningkatkan imej seorang muslim, membuktikan kepada non-muslim kehebatan Islam itu sendiri.

“Kalau belajar semata-mata untuk kepentingan diri, untuk dapatkan jawatan, untuk pegang duit yang banyak, tanpa langsung berniat untuk menyumbang kepada Islam, baik x payah belajar”, pesan seorang kenalan.

Ribuan graduan doctor dari pelbagai university, semuanya mempunyai kemahiran dan ilmu yang sama, tapi apa beza aku dengan mereka?..tanya soalan ini pada diri..

Ramai mahasiswa yang mampu score pointer, tapi apa beza aku dengan mereka?..biar hati yang ikhlas yang memberi jawapan..

Aku ingin menyambung pelajaran ke luar negara, aku ingin master dalam bidang aku, aku ingin itu, aku ingin ini…………………..untuk segala impian, apakah matlamat yang paling utama?...koreksi diri kita, andai kata bukan kerana Islam kita belajar, bukan niat kerana Allah kita menuntut ilmu.

Sabda Rasulullah , ‘sesiapa yang mencari ilmu yang sepatutnya mencari keredhaan Allah, tetapi dilakukannya bagi memperoleh harta benda duniawi, dia tidak akan mencium bau syurga pada hari akhirat’… Allahu Allah, janganlah kami tergolong dalam golongan ini.


hamizah(medic jordan), ain(pharmacy masterskill), nisa'(medic ukm), yat(medic mesir), izzah(medic mesir), saniyah(medic mesir), et(biotech uia), far(law uia)..may Allah bless us~


Apa pun bidang yang kita ceburi, sama ada dalam usaha mencari ilmu fardu kifayah yg berbentuk syariat seperti tafsir quran, ilmu hadis, ataupun yang bukan berbentuk syariat seperti ilmu kedoktoran, ilmu pertanian, niatkan segala-galanya untuk kepentingan Islam. Moga-moga bidang yang diceburi itu akan menjadi wasilah sumbangan kita untuk Islam.

…………………………………………………………………………………………………………


Lecture pertama untuk sem ini daripada Dr.Tarique dari Bangladesh, “Who are you?”..soalan yang ditanyakan pada kami semua. Macam2 jenis jawapan yang diterima, a student, a  servant of Allah, a human being, etc.. Tanyakan selalu soalan2 sebegini kepada diri, insyaAllah kita akan makin memahami hakikat sebenar kita diciptakan. Kenapa aku belajar, untuk apa ilmu ini, apakah dengan menuntut ilmu menjadi manifestasi penghambaan aku kepada Allah, adakah Allah redha dengan segala tindakan aku, apa yang mampu aku sumbangkan untuk Islam…Jujurlah ketika bermuhasabah.

Moga Allah redha dan memudahkan semua urusan kami dalam menuntut ilmu. Sem 2 sudah seminggu bermula. Dalam usaha menyesuaikan diri dengan jadual sem ini yang agak padat. Subjek yang nak kena hadam, microbiology, anatomy2, physiology2, epidemiology, biochemistry, Islamic worldview, tahfiz…cuak bebenor den tgok list subjek ni, harapnya boleh perform, insyaAllah.

Sedikit fakta nak kongsi; apabila individu mencecah umur antara 20 hingga 75 tahun, lebih kurang 50,000 cell otak mati setiap hari. Jumlah ini sikit ja kalau nk compare dgn jumlah cell2 otak secara overall, so jgn gelabah..x banyak pun jejaskan kemampuan otak individu especially daripada sudut intelek. Cell2 otak kita mmpu untuk berinteraksi sampai tua nanti. Conclusion, kemampuan otak manusia nk kuasai ilmu x penah bekurang even dan tua, n factor usia x sepatutnya menghalang individu nk belajar. Seorang tokoh akademik dari Rusia cakap, dengan kemampuan otak, kita mmpu belajar 40 bahasa n boleh hafal 1 set ensiklopedia..perghh…eh..masyaAllah, hebatnya Allah cipta kita..^_^..(sedang mempositifkan minda, saya boleh score untuk sem ni, insyaAllah)

Doa itu sifatnya wireless, tanpa sempadan..Kalian sentiasa dalam ingatan~

Friday, August 12, 2011

~ratu hati~


‘wani, baju semayang adik ada kat mana?..’
‘wani, satgi gerak nud pukul 4.30 tau, nak baca buku..’
‘petang ni kita nk bukak posa dengan apa?..ayam ada dak?..’

Selalunya kalau mama x dak kat rumah, jadi lumpuh aktiviti semua orang. Cari baju pun dah x jumpa, stoking tinggal sebelah, songkok entah ke mana, nak kejut sahur pun bergantung sepenuhnya jam hnset.

Bosan. Suram. Muram.

Baru 2 hari mama ke kl, ziarah kakak bersalin, kami kat rumah dah x senang duduk. Asyik telefon tanya bila nak balik. Biasalah, kalau mak kita suri rumah sepenuh masa, sepanjang masa akan ada kat rumah. So, kalau 2 3 hari xdak kat rumah pun, dah rasa sunyi.

‘wani masak apa sahur ni?’..soalan mama selepas kejutkan saya jarak jauh dari petaling jaya pada pukul 4..nasihat mama bila dengar suara saya yang agak keletihan..’xpa, sabar..pahala tu’…Ringkas, tapi memang terkesan.

Pahala. Perkataan ni yang mak saya selalu jawab kalau saya tanya mama x penat ka buat semua kerja. Ya, bila kita yakin yang akan menganjari segala amal kebaikan kita ialah Allah Yang Maha Pemurah, perkataan letih akan terhapus dari kamus hidup. Walau manusia sedikit pun tidak memandang kebaikan yang kita lakukan, ingatlah, pandangan dan ganjaran daripada Allah itu yang utama.

Rutin harian mak saya sentiasa penuh, walau dia bukan wanita berkerjaya. Selepas solat subuh, dah start aktiviti harian. Gosok pakaian kerja ayah, gosok baju sekolah adik2, siapkan sarapan, pantau keadaan asrama, pergi market, siapkan bahan2 untuk makanan pelajar asrama, masak lunch, basuh baju, dan kalau untuk bulan ramadhan; siapkan sahur untuk pelajar asrama…etc…pendek kata, memang x penah duduk diam. Memang supermak sejati ni^^

Disebabkan asyik teringat ja kat mama, maka izinkan saya mengupdate blog blessanewme ini dengan tajuk, ‘Mama, kau RATU hatiku’….(macam iklan fernleaf ja..huu)



1 0g0s lepas, genap umur mama 50 tahun. Cepatnya masa, dah pun separuh usia. Moga Allah sentiasa merahmati usia dan perjalanan hidup kami sekeluarga.

Kadang2 kalau kami adik beradik merungut makanan x sedap, ataupun, xdak ayam ka hari ni, mama akan ingatkan kami kesusahan hidup dia sewaktu kecil. Mama selalu cerita, keluarga tokwan bukan orang senang, kalau nak jumpa ayam pun setahun sekali. Setiap kali hari raya, barulah wujud juadah bertemakan ayam. Menu harian, ikan kering dan ulam2an. Ikan goreng pun ada harinya jugak. Ya la, dulu2 mana mampu nak beli peti ais, nak simpan ikan dalam apa kan. Kalau ada peti ais pun, bukannya ada elektrik. Malam2, bergantung sepenuhnya dengan lampu minyak tanah.Semangat untuk belajar tetap ada, walaupun cuma bertemankan cahaya malap yang tunggu masa untuk terpadam. Sumber air pulak, memang sepenuhnya dari telaga.

Zaman dulu, kalau nak tengok tv pun, pergi menumpang kasih kat rumah ketua kampung. Lepas habes mengaji al-Quran kat rumah tok ketua, semua berebut buat kerja. Tumbuk beras bagi jadi tepung, sapu daun kering kat halaman rumah, etc..ikhlas tu mungkin ada, tapi lebihnya sebab nak dapat upah. Sepuluh sen, tinggi nilainya. Macam2 boleh beli, ais kepal yang selalu mama sebut2. Entah macam mana la rupa ais tu , saya pun xtau.

Bertarawih di masjid zahir, mama buat jejak kasih dengan kawan2 pondok waktu belajar dulu. ‘Sebab apa ma x sambung mesir ja macam depa tu?’…Jawapan yang x perlukan huraian, ‘tokwan xdak duit nak bayar’…ya la kan, zaman dulu mana nak ada sangat jpa,mara, yayasan bank rakyat segala bagai ni. Tapi ada 1 lagi jawapn mama yang membuatkan saya terkesan..’mama x belajar tinggi2 xpa, sebab berkorban untuk anak2..yang penting anak2 berjaya’…huhu..tacing la pulak.

Seawal usia 19 tahun, mama berkahwin. Nak ikut jejak langkah pun dah terlepas dah, hee..
Zaman dulu2 mana nak ada twitter fb hpon semua ni kan. Kalau berkenalan pun, direct dengan family. Mama dengan ayah x pernah kenal pun. Tok (mak ayah) yang jadi orang tengah. Umur ayah 28, ayah minta tok carikan calon. Ciri2 yang ayah tetapkan; ada agama, hidup susah, kulit cerah.. Maka, tok pun memulakan misi mencari calon menantu, dan ternyata mama memenuhi syarat yang ditetapkan. Bersatulah 2 hati yang langsung x pernah mengenali. Siapa kata bercinta sebelum kahwin itu pra syarat untuk bahagia? Ibu bapa kita dah buktikan yang cinta selepas kahwin itu ternyata indah. Kenapa nak nafi lagi jika kita sendiri adalah bukti kasih sayang antara mereka? Anak remaja sekarang, takut dengan komitmen perkahwinan, selagi mana 1001 perkara berkaitan pasangan tidak diketahuinya. Lantas, jalan percintaan yang penuh dusta itu yang dipilih. Jangan kita semua tersalah memilih jalan, jangan kita menjadikan gred E sebagai permulaan kisah perkahwinan.

Menjadi suri rumah sepenuh masa, dan membesarkan kami 8 beradik. Alhamdulillah, dapat sentuhan dan kasih sayang sepenuhnya dari seorang ibu. Walaupun mama bukanlah seorang yang hebat dalam pelajaran, ataupun hebat memberikan kata2 semangat buat saya, ataupun hebat berhujah, yang nyata, saya berasa sangat hebat kerana dilahirkan dari rahimnya, dibesarkan dengan tangannya. Perhatian dan kasih sayang yang dicurahkan pada kami sekeluarga, itu yang menjadikan dia tersangat hebat. Beruntunglah ibu bapa yang memiliki dia sebagai anak, beruntung suami yang menjadikan dia suri hidup, beruntung anak2 yang lahir dari rahimnya, beruntung menantu yang punya dia sebagai mentua, beruntung cucu yang memiliki dia sebagai nenek…..

Rasa menyesal, sebab pernah bermasam muka bulan lepas. Sepanjang saya cuti sem ni, 2x sesi merajuk yang saya lancarkan. Pertama, merajuk sebab mama x bagi join bersih. Berhari2 jugak la saya cuba pujuk hati untuk terima hakikat bahawasanya saya sedang online ketika mana sahabat2 seperjuangan yang lain sedang bertempur. Parents x bagi sebab risaukan kita, tapi jiwa anak muda, semangat sentiasa.. sory ma, x bercakap 2 hari. Sekali lagi merajuk sebab sardine. Mama x bagi buat sardine, tapi saya bertegas nak buat..nak jugak2 walaupun mama x bagi. At last ma kata, ‘ hmm, p la buat, dah nk buat sngt’..pastu saya pun balas ‘ xyah la buat, dah tadi x bagi sangat’…hahaha..last2 merajuk, p masuk bilik..apa punya perangai laa… Janji lepas ni x buat dah..T_T

Bahaya cuti lama2 ni, asyik nak bekepit dengan family ja. Nanti bukak sem , konfem virus homesick menyerang..huuu..

Tetiba makin panjang pulak post ni. Saja nk melepas rindu kat mak sendiri ja.. ^_^

Pesanan  untuk diri sendiri dan sahabat2, hargailah orang tua kita selagi masih ada. Kita beruntung, kerana Allah masih pinjamkan mereka di dunia ini. Sahabat2 yang sudah kehilangan ibu atau ayah atau kedua-duanya, jangan lupa utuskan untaian doa kalian buat mereka. Doa kalian adalah harta yang paling berharga.

Antara intipati surah Luqman: 14

     "Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia 2 tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu"

Berbaktilah kepada mereka selagi mana kita masih Allah pinjamkan nyawa. Berbaktilah selagi mana mereka masih di sisi kita. Segala yang ada di dunia ini adalah pinjaman. Berkasih sayanglah kerana Allah, suburkan benih cinta di dunia kerana Allah. Jika kita terpisah di dunia, moga Allah temukan semula di jannah..insyaAllah..



~maa..balik la cepat.. T_T…sayangkan cucu, suami dan anak2 ditinggalkan..hehe~

Saturday, August 6, 2011

~30 hari mencari cinta~



Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah Ya Allah, Kau temukan kami dengan ramadhan. Moga kami hamba2Mu yang lemah ini terus dikurniakan kekuatan untuk melaksanakan ketaatan. Misi 30 hari mencari cinta, moga kami semua menjadi hamba2Mu yang bertaqwa, Allahumma ameen.


Tujuan utama yang ingin dicapai setelah sebulan menerima tarbiyah dalam bulan ramadhan adalah taqwa. Mengapa manifestasi ramdhan adalah taqwa?..Mengapa natijah terakhir yang ingin diperoleh adalah taqwa?


"wahai orang2 yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa"  (Al-Baqarah:183)




Taqwa. Mudah sekali diungkap, namun sukar sekali untuk digapai jika tanpa mujahadah. Taqwa itu perlukan mujahadah, kerana ganjaran yang dijanjikan Allah bagi hamba yang bertaqwa sangat istimewa. Mahukan hadiah yang istimewa, tapi malas berusaha; itu bodoh sombong namanya. Janji Allah pada hamba2Nya yang bertaqwa sangat hebat, tidak mahukah kita tergolong dalam golongan ini?


Kerana kekuatan taqwa itu begitu hebat, saya menyeru diri sendiri dan sahabat-sahabat untuk sama-sama merebut peluang yang Allah sediakan kepada kita. Wasilah untuk menjadi hamba yang bertaqwa sudah tersedia, lantas pantaskah kita membiarkan ramadhan ini berlalu dengan sia-sia?..
Moga kami tidak tergolong dalam golongan yang rugi, dan golongkanlah kami Ya Allah, dalam kalangan hamba yang bertaqwa. Ayuh, ledakkan taqwa dalam diri.


Bertaqwalah kita dengan sebenar-benar taqwa. Abdullah bin Mas'ud mentafsirkan sebenar-benar taqwa sebagai melaksanakan taat kepada Allah, tidak melakukan maksiat, sentiasa mengingati Allah, tidak alpa, sentiasa bersyukur dan jangan kufur.
Adakah semua ciri-ciri ini ada pada diri kita? Saya hanya mampu menjawab dalam hati. Allah...


'Syammartu wajtahadtu'; inilah jawapan yang diberikan Saidina Umar apabila ditanya oleh Ubai bin Kaab apa yang akan dilakukannya jika berjalan di sebatang jalan yang penuh onak dan duri.
Jawapan Saidina Umar ini jugak menggambarkan taqwa, yakni berhati-hati dalam hidup supaya tidak terjebak melakukan perkara yang haram, dan bersungguh-sungguh beramal dengan Quran dan sunnah.
Koreksi diri kita, adakah setiap masa dan keadaan kita berhati-hati dan bersungguh-sungguh?..Iman kita bisa memberikan jawapan.


Jika taqwa itu tidak istimewa, masakan Allah menjadikannya manifestasi berpuasa.




"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, Dia akan adakan baginya jalan keluar dan (Allah) akan mengurniakan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka kepadanya" (Al-Talaq:2-3)


~Janji Allah kepada hamba yang bertaqwa, Allah akan sentiasa memberikan jalan keluar jika terhimpit dengan masalah.
Inilah formula menyelesaikan masalah teragung di dalam al-quran. Allah akan ilhamkan petunjuk bagi setiap masalah. Tidak tertarikkah kita dengan janji Allah ini. Allahu Allah, kami hambaMu yang lemah, sangat memerlukan bantuanMu dalam setiap ketika.


~Janji Allah lagi bagi hamba yang bertaqwa, di dunia Allah akan memurahkan rezeki hamba2Nya. Allahuakbar, jika Allah Yang Maha Kaya tidak kurniakan kita rezeki, pada siapa lagi kita harus meminta..






"Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahanmu serta mengampuni dosa-dosamu"  (Al-Anfal:29)


~Pada hamba-hamba yang bertaqwa, Allah juga janjikan keampunan. Allah akan mengampunkan segala dosa hambaNya.






"..Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, nescaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusan"   (At-Talaq: 4)


~Janji Allah lagi, segala urusan akan dipermudahkan. Mudah bagaimana?, itu kerja Allah, 1001 wasilah Dia boleh sediakan untuk memudahkan urusan kita. Yang penting, kita sendiri perlu berusaha, berdoa dan bertawakal.




"..barang siapa bertaqwa kepada Allah, nescaya Allah akan menghapuskan kesalahan2nya dan akan melipatgandakan pahala baginya"  (At-Talaq: 5)


~Allah janji untuk gandakan pahala. Tidak tertarikkah kita?...




"sesungguhnya orang yang paling mulia antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa antara kamu"  (Al-Hujurat:13)


~Hamba yang bertaqwa mendapat kemuliaan di sisi Rabbnya. Untuk menuju kemuliaan ini, yang Allah nilai adalah taqwa.


Analoginya taqwa ini seperti helium. Satu kisah ringkas seorang pakcik dan kanak2 (wan). Pada suatu hari, wan nampak sorang pkcik nih jual belon yang boleh terbang tinggi. Wan pun teringin jugak, then wan pun beli belon biasa ja, dan cuba tiup banyak2 kali nak bagi belon tu pun naik tinggi. Opkos la x naik kan, belon tu asyik jatuh kat tanah ja. Disebabkan perasaan nak tau yang membuak-buak dalam diri wan, so wan pun p tnya pakcik tu rahsia belon pakcik tu boleh terbang ke udara. Jawapan pakcik tu bagi, "senang ja jawapannya...perbezaannya adalah dalamanya..kamu guna angin biasa, tapi pakcik guna gas helium".


>beza seorang manusia dengan manusia yang lain adalah dalamannya. Luarannya, nampak lebih kurang sama, tapi dalaman berbeza. Aspek dalaman yang menentukan, kita menjunam ke lembah kehinaan, atau terbang menuju kemuliaan. We choose!!..Ayuh terbang menuju kemuliaan dengan helium taqwa.






Tak tertaip kalau nak cerita kelebihan2 taqwa, bnyak sangat.  MasyaAllah tabrakallah, hebat sungguh janji2 Allah bagi hamba yang bertaqwa. Sama-sama kita berusaha bermujahadah untuk menggapainya. Medium sudah Allah sediakan, kenapa tidak kita manfaatkan sebaiknya?.. Moga ramadhan kali ini bukan yang terakhir  dan segala amal ibadah diterima Allah, dan jadikanlah kami hambaMu yang bertaqwa..ameenn..  








>>nota kaki kat bawah ni saja taip ja..tiba2 terlintas..xmau baca pun xpa, membebel ja ni..^_^


1)perhatian!!..3 ramadhan yg lepas dah  genap umur 22..Mama bersalin kat saya bulan ramdhan, kiranya boleh kata ma kena ganti puasa sebulan la kan..sob3x..tenkiu ma..kalau saya merajuk sebab apa2 ka @ ada ciri2 nak derhaka, satgi kena la warning dgn kakak2, 'hg jgn dok buat perangai wani, dah la mama beranak kat hg bulan posa...huhu..insaf2


2)Alhamdulillah setiap malam berpeluang bertarawih di masjid zahir. Satu malam satu juzu', ketaq lutut la jugak. Tapi kena mujahadah. Ada toknek ni, badan bongkok jadi bentuk L dah, tapi semangat nk beribadah. Kita ni yang badan straight, tapi nak semayang pun bekira lagi, hmmm..muhasabah2.


3)Time tarawih, mesti ada masalah belubang saff..nak palam guna apa xtau..susah sikit kalau makcik2 ni, x kena cara teguq memang haru laa...ya la, port dy baik punya, direct kipas, kalau saya pun taraddud jugak nk gerak..haha


4)bertentangan dengan masjid ni ada macam taman,penuh dengan pokok2 yang ada lampu cantik2. Yang x cantiknya, punya la banyak anak muda , mat2 n minah rempit dok melepak. Yang dok memadu kasih pun belambak. Astaghfirullaaah..mengucap panjang tengok. Dalam bulan ramdhan, tengah orang solat tarawih, depan masjid..hmm..Moga Allah kurniakan hidayah.


5)Ada kuliah subuh kat masjid. Yang muda ada la berapa kerat, majoritinya makcik2..kesian tengok, pakat tersengguk2..kalau kat dq dulu boleh la dok lawan urut..rasa nk tolong urut ja makcik kat depan, tapi x buat pun..takut makcik ni melatah ja, mana nak tau, kot jenis geli kalau orang sentuh..huhuu


6) 12/8 ni nuha nak jadi kakak dah,insyaAllah...mak menakan yang excited lebih..^_^


7) ok..satgi melalut makin panjang..ramadhan kareem everyone..teruskan perjalanan 30 hari mencari cinta~

Monday, July 25, 2011

~kami anak utagha~

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah Ya Allah, atas segala nikmat dan ujian, kerana nikmat mengajar hamba ini untuk bersyukur, dan ujian melatih diri untuk sabar..alhamdulillah.

Sejak di matrik pj lagi, saya berhasrat untuk membaca novel sinergi karangan hilal asyraf, Alhamdulillah, saya berkesempatan khatam novel ni semalam. Dari kulit ke kulit saya belek, at last hati saya terdetik, no wonder la my alang muna ‘adila asyik dok promote ja. Memang terbaik plot ceritanya, dan yang paling utama, apa yang dihighlightkan dalam keseluruhan novel ini, ‘keimanan adalah paksi’… Azam saya, dalam usaha membentuk diri menjadi irfan hakimi versi wanita. Tak perlu saya mencari2 irfan hakimi, tapi saya sendiri yang akan menjadi irfan hakimi, insyaAllah2.

Ukhwah.
Zaman sekolah, jarang saya dengar word ukhwah..yang ada, ‘frenz forever’, ‘best frenz eva’..term yang berbeza dengan ukhwah, tapi membawa makna yang sama.Tapi, bumi darul quran benar-benar mengajar saya erti ukhwah, bukan teori semata-mata, namun saya benar-benar merasa.(klik sini)

Masyaallah tabarakallah, hebat sungguh perasaan jika kita semua berukhwah hanya kerana Allah, ukhwah atas dasar akidah. Perasaan ini yang saya rasa sepanjang jaulah tempoh hari. Jaulah IMIU (ikatan mahasiswa islam utara) uia pj.

Plan punya plan, at last x ramai yang dapat join. Perancangan Allah yang terbaik. Xpa la, yang dok ada pun dah terlebih meriah. Fadzli(pm), syahir(pc), amirul, hafizuddin, syafiq, munirah, khadijah, syakila, hajariah, husna,atiqah. Hampa semua memang terbaik..(this post regarding trip anak2 utara, so let me speak in loghat kedah naa..=)

x cukup korum lagi~

Dari penang-->sungai petani-- >jalan pegawai -- > pendang-- >kuin -- >jalan sultanah-- >kubang rotan-- >ayer hitam-- >baling----- > the end<

Jauh perjalanan, keja sesat jalan. Nak buat lagu mana, pakat tera
 punya co-driver. GPS pulak x bagi kerjasama yang baik..=)

Sesi pagi sampai tgh hari, destinasi kami ke kuin, mengutip mutiara2 berharga daripada pengajian kitab. Sebelah petangnya, rumah adik beradik sekitar alor star menjadi sasaran. Malamnya, destinasi kembali ke kuin mendengar ceramah.

Cuba tnya perut, benda apa yang xdak?..cucuq udang, laksa, cucuq cempedak, rambutan, pulasan, manggis, durian, kurma jantan, buah jentik,rfc, bihun tomyam, nasik goreng versi munirah, koslo versi husna n et, ayam bakaq versi moden…….x tertaip. Terima kasih yaa, pada tuan rumah sekelian. Memang layanan terbaik.

rfc~


Cukupkah hanya sekadar makanan untuk perut?..Makanan untuk kekuatan fizikal itu satu keperluan. Kuat jasadiah, insyaAllah kuat untuk kita semua melaksanakan ketaatan. Tapi jangan kita lupa, makanan untuk hati yang paling utama. Mati hati, meranalah kita. Jangan pernah merasa kenyang dengan ilmu. Ilmu Allah itu terlalu banyak. Ilmu2 inilah yang akan memberi peringatan kepada kita, mengingatkan status kita sebagai hamba.

Kuatkan jasadiah..kuatkan rohaniah. Terlalu banyak mutiara ilmu yang sempat saya kutip. Alhamdulillah ‘ala kullu ni’mah ya Allah. Berpeluang mengikuti pengajian matan ummul barahin dengan Tn Guru Hj Salleh, menadah kitab hidayatul azkiya’ ila thoriiqil auliya’ dengan Tn Guru Hj Wahab, ceramah berkaitan ramadhan drpd dato’ haron din, tazkirah maghrib drpd pkcik abbas, bicara muslimat drpd senator mumtaz..Allahu Allah..memang cas semangat.

Ukhwah. Simple untuk diungkap. Tapi kadang2 rumit untuk ditafsir. A, sifatnya sebegitu. B, sifatnya sebegini. Yet we do enjoy the differences. And on top of those differences, we have the same aim : to practice the real Islam within guidance of al-Quran & Sunnah and do dakwah everytime and everywhere. Walau begitu banyak perbezaan, tapi jika ukhwah ini didasari iman dan persefahaman, insyaAllah semua masalah ada penyelesaian. A+B =AB

Ukhwah kita bukan saja2. Bukan hanya waktu senang kita bersama. Tapi kita berukhwah dengan membawa misi yang sama; menegakkan Islam dan hukum Allah di atas bumi ini.
Di pj kita bersama. Bakal berpisah September ini, ada ke Gombak, ada ke Kuantan. Dasar perjuangan kita sama, insyaAllah bakal bersama semula. Sama-sama kita master dalam bidang masing2, dan kembali semula ke kedah dengan kemahiran tersendiri, dan usaha untuk mengekalkan dan mengisi kemenangan di kedah. Pesanan khas daripada pak long zainol asri, start dari sekarang dah kena azam, aim position apa yang kita nak pegang, niat untuk balik berkhidmat di kedah..hmmm

Petikan dari novel sinergi.
Aku dengan kau,
adalah tanggungjawab aku kepada Allah,
Maka apa pun keburukan kau kepada aku,
tetap tidak kuhiraukannya,
Kerna aku cinta padamu hanya kerana Dia..
Kubina hubungan kita atas keimanan,
Aku cintakanmu kerana Tuhan,
Maka kau daripada diriku kulebihkan,
Walau itu menuntut pengorbanan
~sama2 kita pasakkan prinsip ini dalam diri, sepanjang aku dan kau berukhwah~

Saturday, June 25, 2011

~your life, your choice~


Satu persatu gambar yang diupload saya tatap. Nak dihabiskan satu album pun dah rasa x sanggup. Pedih hati. Sesak nafas. Terasa sempit pembuluh darah.

Kalau bukak fb, notification yang akan kita check dulu. Nampak pulak ada friend request, berkobar2 nak tau sapa. Tambah pulak yang add tu kawan kita yang dah lama x jumpa, terus berbunga-bunga hati. Tapi sekejap ja perasaan tu. Bila tengok gambar2, terus rasa down. Serius, yang ni yang saya rasa. Kawan yang satu masa dahulu bersama2 saya menghafal hadis-hadis dan sirah Rasulullah, dah hilang tudung di kepala. Kawan yang dahulunya asyik berlumba dengan saya nak dapat no 1, dah makin jauh dengan hukum2 Allah. Baju kurung yang dulunya elok menutup aurat dah terbang entah ke mana, yang tinggal hanya baju t-shirt sendat, singlet, legging..aaargghh….baju2 kecik tu layak bagi nuha ja pakai, kalau saiz badan xl, jangan la menggatal tangan tu nak ambik yang saiz s….(wani, plz write properly..jgn emo..huhu).

Tenkiu tu mark zukermbeg<<- -tipu ja ejaan ni, malas nk google)…kerana mewujudkan laman social ni. FB, boleh jadi medan penjalin ukhwah, jadi medium dakwah, tiket utk menempah jannah, kalau kita pandai guna, insyaAllah banyak manfaat yang dapat…TAPI, FB  jugaklah penyebab a so called muslim aktif dok kumpul saham dosa, jadi tempat nak perasan cantik dengan gambar mata yang saja dibulatkan tengok kamera, jadi tempat nk tayang aurat..hadoi…memang la, “my life, my choice”..but friend, I cannot stand to see you choose a wrong decision…kamu pilih, nak jadikan fb sarang maksiat, atau ruang yg bermanfaat..


Di mana silapnya? Silibus apa yang kurang?..Apa yang terjadi buat saya pikir panjang.  Saya x berniat untuk bercakap tentang remaja yang memang seawal usia 10 11 tahun lagi telah didedahkan siapa itu justin bieber atau taylor swift. Tapi saya nk focus kepada yang memang ada basic agama yang cukup. Yang seawal sekolah rendah dihantar ke sekolah agama, x cukup itu, sekolah menengah pun sekolah agama.


Siapa yang paling dekat dengan golongan remaja?
Ya..keluarga dan rakan-rakan.
Acuan pertama yang akan membentuk peribadi anak-anak adalah daripada ibu ayah. Acuan keluarga yang akan mengarah hala tuju hidup seorang anak.

Institusi keluarga yang mengamalkan Islam sebagai cara hidup, pasti melahirkan generasi yang tahu dan faham Islam secara menyeluruh. Jika tempang ibu dan ayah, besar kemungkinan juga anak-anak akan turut tempang. Lahirnya seorang anak di dunia ini, maka kedua orang tuanya itulah yang menjadi role model utama. Apa saja watak ibu ayah yang terlihat di mata anak-anak, akan terakam kemas di kotak minda.  Anak kecil yang sedang membesar, belajar dari semua keadaan dan peristiwa sekeliling. Jika hiburan nyanyian yang diberikan sebagai halwa telinga, maka itulah yang dirasakan betul dan mula sebati dengan diri. Jika bahasa kesat, tenkingan, sepak terajang yang menjadi habuan harian, kemungkinan personality anak yang bakal terbentuk ialah sama ada menjadi tersangat trauma dan pemendam rasa, ataupun turut berperilaku liar sebegitu.

Didikan keluarga akan membentuk peribadi anak-anak. Sama ada mahukan Islam atau sebaliknya.  Tidak cukup jika sekadar anak-anak dihantar ke kelas al-quran atau silibus kelas fardu ain dihabeskan, tetapi apabila pulang ke rumah, yang sebaliknya yang berlaku. Ibu sendiri yang hanya menutup aurat ala kadar, ayah yang menonton perlawanan bola sehingga melewatkan waktu solat, tiada siapa yang ambil peduli jika anak-anak hanya menghadap laptop sepanjang hari. Dihantarnya anak untuk mendalami ilmu agama, tapi apabila ingin dipraktikkan di rumah, tiada yang mendorong.

Didikan dan kawalan untuk anak-anak bukan hanya terbatas sewaktu mereka di bangku sekolah, tapi mesti berterusan. Seawal usia 6 tahun, dihantarnya anak ke Pasti, kemudian ke sekolah rendah agama, sekolah menengah juga aliran agama, tapi sayangnya, pantauan terhadap anak-anak terhenti apabila kaki menjejak ke menara gading. Telahan ibu bapa,anak-anak sudah besar, boleh tentukan arah tuju sendiri. Silapnya di situ, saat pantauan daripada ibu bapa terhenti, saat itulah anak-anak mula mencorakkan peribadi diri dengan keadaan sekeliling.

Apabila pantauan daripada ibu bapa makin longgar, genggaman rakan2 pula akan menjadi semakin kejap. Kalau baik environment sekeliling, Alhamdulillah. Tapi jika sebaliknya?....



Tarbiyah itu sifatnya berterusan. Bukan bermusim. Bukan hanya pada fasa tertentu sahaja anak-anak dititiberatkan dengan ilmu agama. Tanggungjawab menjadi nakhoda kapal ini bukan mudah. Tidak perlu mendabik dada jika anak boleh khatam al-quran seawal darjah 4, ataupun anak mendapat markah 100 untuk subjek pendidikan islam. Bukan itu ukurannya. Yang paling utama, aplikasi dalam kehidupan seharian.

Benar, hidayah itu milik Allah. Bila2 masa saja Allah boleh kurniakan ataupun nak ditarik kembali hidayah yang diberi. Tapi persoalannya, sejauh mana seorang hamba itu berusaha untuk menjemput sinar hidayah itu?..
Usaha itu pelbagai. Yang paling penting, usaha diri sendiri untuk kenal Islam. Hidup kita, kita yang tentukan. Tapi jangan dilupa, factor penyumbang terbesar pembentukan peribadi seorang anak bergantung pada didikan daripada ibu bapa. 1 petikan daripada buku tarbiyatul aulad berkaitan ini: 

"What is the way to reformation and what is the starting point to reform the good society?
The answer lies in the word "education" which encompasses many meanings,concepts and fields.
This education of children is a branch of individual education in which Islam calls to prepare and reform him to be a useful and good member of society."
~'Abdullah Nasih 'Ulwan

Pentingnya didikan yang baik, kerana hasil didikan itulah yang akan membentuk seorang individu yang berguna untuk ummah.

Tapi jangan dilupa, ujian dari Allah itu bentuknya pelbagai. Seorang ayah yang bertungkus lumus mendidik anaknya dengan acuan Islam, tetap juga diuji apabila anak berakhlak sebaliknya.

Pulang ke rumah, si anak bertudung litup. Apabila kembali ke kampus, nyata perubahan angin yang kencang menerbangkan kain di atas kepala.

Disangkanya si anak masih lagi gadis sunti yang malu-malu nak berdepan dengan ajnabi, tapi hakikat yang sebenar pandai si anak sembunyikan. Bila tengok fb si anak, baru tahu langit tinggi rendah.

Ibu bapa telah berikan yang terbaik, tapi tetap jugak anak tersasar. Ayah kopiah lekat di kepala, ibu tudung melepasi dada. Anak??...

Betullah, iman itu x dapat diwarisi. Seandainya iman itu sesuatu yang boleh diwariskan, bahagialah anak-anak pak imam dan tok kadi, senang2 saja nak dapatkan iman. Kalau begitulah konsep iman, meranalah anak pencuri dan penagih dadah tegar. Tapi Allah itu maha adil dan bijaksana. Sentiasa adil dengan hamba-hambaNya.

Sekiranya bekalan agama telah diberikan secukupnya oleh ibu bapa, dan dengan bekalan itulah anak2 melayari bahtera kehidupan.. Alhamdulillah.

Sekiranya bekalan agama telah diberikan secukupnya oleh ibu bapa, tapi tetap juga si anak memilih jalan yang salah,  inilah ujian yang Allah takdirkan untuk menguji kesabaran si hamba.

Pernah saya mendengar seorang mak cik yang mengeluh mengenangkan sikap si anak..”dari kecik makcik ajar tentang Islam..sejak sekolah rendah lagi makcik suruh pakai tudung..tapi bila dah besar macam ni, cakap makcik langsung x nak dengar. Kalau makcik tegur pasal seluar jean, baju ketat, kapel,mula nak masam muka, kata makcik x sayang kat dia…makcik takut dengan amanah Allah ni.”

Saya pun blurr, x tahu nak bagi respon apa. Cuma satu yang saya cakap, “makcik jangan risau, makcik dah laksanakn tanggungjawab makcik..lain la kalau dia jadi macam tu sebab makcik x ajar..ni makcik dah ajar tentang Islam, tapi mungkin Allah x buka lagi pintu hati..makcik teruskan doa, insyaAllah, doa seorang ibu ni selalunya termakbul..”

Saya bukan orang yang hebat ilmu agama..masih bertatih dalam medan dakwah ini..masih terasa pedih diserang, mungkin kerana salah uslub..tetapi tetap juga saya ingin menyeru sahabat2 semua, jangan terlalu enjoy dengan kehidupan ini. Bila-bila masa saja Allah berkuasa nak tarik nyawa kita. Relakah kita, saat kita dihujung usia, dalam keadaan kita sedang melakukan sesuatu yang Allah murka. Apakah destinasi terakhir kita, jika Allah tarik nyawa kita dalam keadaan kita sedang leka dengan dunia, hanyut dalam bisikan cinta kekasih, enjoy dengan hiburan yang melampau..Allahu Allah..Jika itu pengakhirannya, terasa takut untuk membayangkan balasan yang Kau sediakan.

Katakanlah Muhammad, “Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku”    (Al-An’am:15)



Ya, saya akui. Kita semua berdarah muda. Kalau boleh semua benda nak cuba. Cuma satu pesanan, jangan terlalu leka. Jangan pernah lupa diri pernah mendapat didikan agama. Jangan buat-buat lupa segala hukum yang telah dipelajari.

Allahua’lam..


Nota utk diri:   Bersihkan diri dari noda dosa. Ruangan social kita; bersihkanlah dari segala kotoran maksiat. Jernihkan kembali fikrah perjuangan. Sentiasa muhasabah dan tajdid niat kenapa aku berada dalam saff perjuangan ini. Walau sesama kita berlainan fikrah,namun yang paling utama matlamat kita sama, ingin melihat hukum Islam terlaksana. Jalan yang berbeza, tapi matlamat yang sama. Prinsip saya cuma satu, nak jaga maruah Islam kena ada kuasa. Nak ada kuasa kena ada kerajaan. Nak ada kerajaan kena ada pilihanraya yang adil. Nak bagi adil, kena ramai2 buat tuntutan. Bersihkan kembali system pilihanraya Malaysia yang kotor..

Moga Allah kekalkan kemenangan PAS di kedah , dan membantu kami semua pejuang-pejuang agamaMu dalam usaha menegakkan kalimah tauhid di atas muka bumi ini. Rahmatilah pimpinan baru PAS, satukanlah hati-hati kami dalam bergerak kerja, kuatkanlah langkah-langkah kami untuk mendepani tipu daya be end dan konco-konconya, jalan menuju ke putrajaya makin jelas di mata, siren kemenangan makin jelas di telinga. Grand design Ilahi sentiasa menakluki kesemua perancangan manusia. Walau penipuan di dalam apa kaedah sekalipun demi nak pertahankan Putrajaya oleh UMNO BN, Tuhan Maha Tahu dan Maha Melihat, perancangan UMNO BN itu hanyalah sia-sia.
Yang masih belum dalam tangan, akan cuba ditawan. Yang sudah dalam genggaman, akan cuba dipertahankan..Takbir!!